Fikom Unpad Beranjak Dewasa

Terjun Payung Emas

Terjun Payung Emas

Fikom Unpad telah memasuki usia setengah abadnya, kini Fikom Unpad merupakan lembaga favorit di Indonesia, persaingan untuk memasuki Fikom Unpad sangat ketat. Beberapa tahun lalu, Fikom pernah menerima lebih dari 1000 orang mahasiswa baru pertahun untuk jenjang pendidikan D3 dan S1. Namun tahun lalu dan tahun ini, jumlah itu berada di bawah 1000 orang untuk jenjang pendidikan D3 dan S1 (untuk S1 tidak lebih dari 500 orang). Hal ini dilakukan agar rasio dosen dan mahasiswa semakin baik. Untuk saat ini rasio tersebut masih di atas 1 : 40 dan diharapkan lima tahun mendatang rasio tersebut dapat ditekan hingga 1 : 30. Dengan demikian, para dosen dapat meningkatkan kualitas pengajaran, pembimbingan terhadap mahasiswa dan penelitian mereka serta menghasilkan lebih banyak karya ilmiah, baik buku, artikel untuk dimuat dalam jurnal ilmiah dan media massa, dan juga menyeminarkannya.

Sejauh ini lulusan Fikom umumnya terserap di pasaran kerja. Zaman ini emmang zaman komunikasi. Lewat komunikasi tumbuh empati, motivasi, kerjasama, transparansi, dan harmoni. Komunikasilah faktor utama yang menggerakkan kemajuan baik pada tingkat individu ataupun pada tingkat lembaga. Oleh karena itu lulusan Fikom punya fleksibilitas untuk berkerja dalam bidang apa saja. Lulusan Fikom Unpad sering diasosiasikan dengan mereka yang berpenampilan keren, punya pekerjaan yang cukup prestius dan gaji lumayan, seperti dosen, peneliti, pustakawan, jurnalis yang profesional, presenter TV, Public Relations Officer, ahli pemasaran, birokrat, konsultan, diplomat, perwira TNI, perwira Polri, dsb, yang punya peluang bepergian ke seluruh pelosok di dalam negeri bahkan ke luar negeri. Hampir semua surat kabar dan stasiun TV mempekerjakan lulusan Fikom, di antaranya : Pikiran Rakyat, Suara Pembaruan, Seputar Indonesia, Bisnis Indonesia, Kompas, Jakarta Post, Tempo, RCTI, SCTV, Indosiar, Metro TV, Trans TV, dsb. Sebagian alumni bekerja berbagai perusahaan baik BUMN ataupun swasta di antaranya adalah : PLN, PT Dirgantara Indonesia, Telkom, PT Garuda, Astra, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya seperti perbankan, hotel berbintang, perusahaan periklanan, perusahaan otomotif, sinematogragi dll.

Oleh karena fenomena komunikasi hadir dimana-mana, Fikom takkan kekurangan peminat pada masa depan, selama manusia tetap berkomunikasi dengan sesamanya. Sebagaimana manusia membutuhkan makanan, maka manusia akan tetap membutuhkan berkomunikasi. Karena itu komunikasi manusiayang bersifat ujaran dan tatap-muka akan tetap berlangsung karena tidak dapat digantikan oleh teknologi komunikasi secanggih apa pun. Tantangannya adalah mempukah Fikom menyediakan sumberdaya manusia dan fasilitas pembelajaran yang selalu up to date untuk mendidik para mahasiswa nya, yang sesuai dengan tuntutan zaman. Dalam konteks inilah, ke depan Fikom harus tetap berbenah diri. Tidak ada kata berhenti untuk mengembangkan diri. Semua kriteria dan indikator untuk kinerja individu atau lembaga yang memadai untuk suatu masa akan terus berubah untuk masa berikutnya.

About fikomunpad

Proud to be Public Relations
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s